Tampilkan postingan dengan label Creatif Women Empowerment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creatif Women Empowerment. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2013

Islamic Financial Literacy among Islamic Women Entrepreneurs in Indonesia (Pelatihan Keuangan Islam untuk Pengusaha Wanita, West Java)

 

Pada era Global, fondasi kekuatan ekonomi rakyat ternyata ada pada Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM). Kekuatan perekonomian UMKM terjadi pula di Indonesia, hal ini berdasarkan data BPS Indonesia 2013 yang dikutip oleh Ade Suyitno :
Indonesian data shows, the amount of labor absorbed by SMEs amounted 107.6 million or 97.6% of total employment in Indonesia with 56.5 million units. Percentage of women business owners from 56.5 million is about 22% with 30,000 women entrepreneurs. (Islamic Women Entrepreneur)
Hal menarik adalah adanya pengusaha perempuan yang di Indonesia yang terus berkembang. Namun ada permasalahan yang terjadi yaitu rendahnya implementasi administrasi bisnis pada pencatatan dari pengusaha perempuan ini. Bahkan tidak jarang masih banyak yang mencampur-adukan antara modal, keuangan usaha dan keuangan untuk keperluan sehari-hari. Padahal untuk  usaha berkembang dan mulai besar dibutuhkan administrasi yang rapih, trasparan dan sesuai rencana usaha.

Menjawab masalah ini BMT Khalifah bekerjasama dengan Micra dan Marcy melakukan pendampingan dengan menurukkan mahasiswa Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam JABAR sebagai Trainer-nya, salah satunya penulis. Pelatihan diadakan di Bandung, Majalaya dekat alun-alun kecamatan.

Harapannya adanya pelatihan keuangan dan pendidikan melek financial atau financial literacy melalui pendampingan terhadap pelaku usaha mikro ini, dapat meningkatkan skala usaha dan pendapatan kelompok usaha perempuan di Indonesia, khususnya di Bandung.













Jumat, 30 Agustus 2013

Training of Trainers for Women Entrepreneurs SMEs and Islamic Financial Literacy



Indonesian data shows, the amount of labor absorbed by SMEs amounted 107.6 million or 97.6% of total employment in Indonesia with 56.5 million units. Percentage of women business owners from 56.5 million is about 22% with 30,000 women entrepreneurs. But the percentage of women running their own business tend to decline. The crucial problem is in lack of low education, business knowledge and capital access.
 

One solution that can be developed is the provision of financial management simple effort on women entrepreneurs and helping access to capital. This is done as a first step to improve the managerial business. One of the efforts made ​​by author and the Students of Islamic Economics FoSSEI in west java Indonesia with the cooperation of the various stake holders.

Everywhere in developing economic countries more women to become a housewife when her husband's income under welfare. The number of women in Indonesia reached 118, 1 million is the potential of women entrepreneurs also empower other women. Women entrepreneurs dont like employe.

women entrepreneurs are not like an employee, She can work at home with free time, to perform its role as a housewife and have income.



Minggu, 28 Juli 2013

Success and Inspire Stories : Islamic Entrepreneurs Pengusaha Rabbani sebagai icon mode shari’ah Fashion terbaik di dunia




"Rabbani.co.id adalah sebuah toko online milik Rabbani, perusahaan garmen yang bergerak dalam retail busana muslim. Rabani merupakan salah satu perusahaan kerudung instan pertama dan terbesar di Indonesia.


Perusahaan ini telah menerima beberapa penghargaan atas produknya. Di antaranya adalah penghargaan Care Towards The Special Needs of Moslem Community 2013, dari MarkPlus Insight bekerjasama dengan Journal Islamic Marketing, Emerald Group (London). Penghargaan lain yang diraih berasal dari Franchise Top Mind tahun 2012 dan Penghargaan Terpopuler tahun 2010.



Berawal dari kepahitan dan kesulitan hidup yang luar biasa, pada tahun 1994 Bpk. H. Amry Gunawan bersama istrinya Ibu Hj. Nia Kurnia mendirikan outlet busana muslim untuk memperkenalkan dan menjual busana muslim hasil rancangannya, outlet tersebut diberi nama Rabbani yang diambil dari AL Qur’an Surat : Al Imron Ayat 79 yang artinya para pengabdi Allah yang mau mengajarkan dan diajarkan Kitaballah.

Rabbani memiliki arti yang istimewa bagi Bpk. H. Amry Gunawan dan Ibu Hj. Nia Kurnia, karena selain dapat menyalurkan hobi, keberadaannya dapat memberikan sumber penghasilan dan nafkah untuk kehidupan keluarga. Bagi Bpk. H. Amry Gunawan dan Ibu Hj. Nia Kurnia, keberadaan Rabbani diharapkan dapat memberikan konstribusi yang besar dalam syiar dan dakwah Islam bagi para muslimah agar memenuhi kewajibannya untuk menutupi auratnya. Rabbani ingin merubah paradigma sebagian besar masyarakat pada waktu itu yang memandang bahwa wanita yang memakai busana muslim itu kuno dan kampungan. Rabbani ingin menunjukkan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya, trendy namun sopan dan syar’i.

Pada awal berdiri Rabbani memiliki satu karyawan untuk melayani konsumen, satu tahun kemudian perkembangannya secara bisnis belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan motivasi dan perjuangan Bpk. H. Amry Gunawan & ibu Hj. Nia Kurnia, bahkan keadaan tersebut dijadikan cambuk untuk membakar dan menempa semangat dan perjuangan Bpk. H. Amry Gunawan dan Ibu Hj. Nia Kurnia untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan desain terbaik.

Seiring dengan berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, karena rancangannya yang senantiasa inovatif dan berbeda dari yang lain, Rabbani mengalami perkembangan yang pesat. Rabbani mulai diterima oleh masyarakat dan mulai memiliki pelanggan yang semakin banyak.

Rabbani senantiasa mengembangkan strategi pemasarannya.dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, Rabbani merubah nama dan Motto-nya dengan yang nama lebih familiar dan diterima oleh masyarakat luas, yaitu "Rabbani Kerudung Instant" dengan motto "trend Setter Kerudung Instant". Melalui motto dan spirit di atas, Rabbani senantiasa bermetamorfosis kea rah yang lebih baik untuk menjadi jawara Kerudung Instant dan icon mode shari’ah terbaik di dunia.

Selain perubahan nama, Rabbani mulai focus dalam membidik segmentasi pasarnya, Rabbani membidik pasar untuk kalangan menengah. Sedangkan perkembangan dari aspek pemasarannya, Rabbani mengembangkan strategi pemasarannya, selain Pemasaran langsung ke end user (konsumen), Rabbani membina network pemasaran yaitu membuka mitra dealer atau distributor tunggal per kota/kabupaten dan mengembangkan network pengembangan outlet / reSHARE (retail outlet shariah) Rabbani.

Sebagai upaya untuk mendukung kesuksesan pengembangan strategi pemasaran yang telah dibina serta untuk mengakomodasi permintaan pasar yang semakin besar, Rabbani mengembangkan dan menambah kapasitas produksinya dengan mendirikan 4 (empat) buah pabrik garmen yang menyuplai seluruh produk rabbani, seperti kerudung sebagai produk utama, busana muslim seperti gamis, tunik, T-shirt muslimah, koko, kazko, manset, dll. Keempat pabrik tersebut bertempat di Bandung dengan karyawan di bagian produksi hampir mencapai 1000 orang. Dengan kemampuan produksi 1 pcs kerudung / 2 detik.

Dalam hal komunikasi antar personal, mereka rutin mengadakan brifing pagi atau kalau di tempat saya ”5 Minute Talk” membahas apa saja umumnya masalah pekerjaan atau topik yang lain juga boleh.

Untuk mengembangkan karyawan, setiap 2 minggu sekali mereka mengadakan trainning skill up untuk masing-masing bidang pekerjaan dengan mendatangkan ahli-ahlinya.

Untuk miningkatkan moral dan spiritual karyawan mereka bahkan memberikan insentif bagi karyawan yang : Puasa sunnah,sholat dhuha,khatam Alquran 1 juz dalam 1 hari.

Dalam marketing plannning nya, konsep-konsep mengenai outlet (branch), dealer, sub-agen, sampai member telah dirancang aturan mainnya secara detail dan terbentuklah jaringan yang yang sangat hebat kelak.Setelah jaringan terbentuk semua produk dengan icon-icon rabbani dengan mudah akan mengalir tidak terbendung.

Apakah kunci sukses/landasan bisnis P.Haji Amri..? beliau menerangkan dengan mantap yakni :
1.Totalitas Menghambakan diri kepada Allah agar kita di layani oleh dunia..
2.Kuasailah musim
3.Bebas dari rasa takut kecuali hanya kepada Allah
4.Jadilah pedagang yang Jujur...

Sumber:
http://silviarabbani.multiply.com/journal/item/1
http://hadikuntoro.blogspot.com/2006/09/event-dahsyat-awal-september-iii_09.html
http://sister.imsa.us/index.php/en/ramadhan/semarak/18-wira-usaha/1538-kisah-sukses-jilbab-rabbani 
http://m.merdeka.com/gaya/rabbanicoid-toko-busana-muslim-sarat-prestasi.html